Senin, 05 Juli 2010

Nasti Kompleks



Yang termasuk gerak kompleks misalnya gerak membuka menutupnya sel penutup pada stomata. Gerakan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor yang bekerja sama sehingga dapat menyebabkan terjadinya gerak.
Gerak membukanya stomata pada siang hari dan menutupnya pada malam hari karena adanya perubahan turgor pada sel penutup.
Berbagai faktor yang mengatur membuka menutupnya stomata adalah cahaya,suhu,air, dan zat kimia.

Fotonasti dan Termonasti

Gerak termonasti adalah gerak nasti karena adanya pengaruh suhu, sedangkan fotonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh cahaya. Gerak ini dijumpai pada banyak tumbuhan, seperti gerak mekarnya punga pukul empat (Mirabilis jalapa), bunga waru, bunga mentimun, labu, dan sebangsanya.
Bunga-bunga tersebut tidak dapat setiap saat mekar. Mekarnya hanya pada jam-jam tertentu saja, yaitu sekitar pukul 16.00-17.00.
Menurut berbagai penelitian, gerak mekarnya bunga tersebut karena pengaruh berbagai faktor yang salling terkait, cahaya, suhu, kelembapan udara di sekitarnya. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan tusgor pada bunga, sehingga bunga mekar.

Selasa, 11 Mei 2010

Seismonasti dan Niktinasti

Seismonasti atau Thigmonasti

Gerak seismonasti adalah gerak yang disebabkan oleh getaran atau sentuhan. Misalnya, gerak membuka dan menutupnya daun atau putri malu (Mimosa pudica) jika disentuh atau bergetar. Jika ujung daun putri malu disentuh maka akan terjadi aliran air yang menjauhi daerah sentuhan. Adanya aliran air ini menyebabkan kadar air di daerah sentuhan berkurang, sehingga tekanan turgornya mengecil. Akibatnya daun putri malu akan menutup dan tampak seperti layu.
Jika dibiarkan beberapa saat daun akan membuka kembali, karena air mengalir kembali ke daerah sentuhan. Lamanya waktu menutup tergantung pada suhu dank eras halusnya getaran.
Arah gerak menutupnya daun putri malu adalah tetap, walaupun pusat rangsangnya diubah.

Niktinasti atau gerak tidur

Gerak menutupnya daun berbuah polongan (Leguminosae) karena pengaruh gelap atau menjelang malam merupakan contoh gerak niktinasti. Seperti halnya pada gerak seismonasti, gerakan juga disebabkan karena menurunnya tekanan turgor sel-sel pada daerah persendian tangkai daun. Menurunnya tekanan turgor ini disebabkan karena terjadinya perubahan susunan kimia pada sel-sel tersebut karena pengaruh perubahan suhu.

Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan karena adanya rangsang dari luar. Berdasarkan sifatnya, gerak esionom dibedakan menjadi tiga, yaitu gerak nasti, gerak tropisme, dangerak taksis.

Gerak nasti

Gerak nasti adalah gerak tidak bebas organ tubuh tumbuhan yang disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat adanya rangsang dari luar. Arah gerak ini tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Adanya rangsangan, terjadilah perubahan tekanan turgor pada sel-sel  yang menyusun organ tubuh tersebut. Tekanan turgor adalah tekanan air pada dinding sel yang disebabkan oleh perubahan kadar air dalam sel. Jika kadar air meningkat maka tekanan turgornya akan meningkat pula, sebaliknya jika kadar air turun maka tekanan turgornya akan turun juga.

Perubahan tekanan turgor ini dipengaruhi oleh sentuhan, cahaya, kelembapan, maupun suhu lingkungan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, gerak nasti dibedakan menjadi beberapa macam. Jenis-jenis gerak nasti akan dibahas pada postingan selanjutnya

Minggu, 09 Mei 2010

Ian Wilmut

Ian wilmut lahir pada tanggal 7 Juli 1944 di Hampton Lucey, Inggris. Wilmut dan timnya adalah yang pertama melakukan cloning terhadap mamalia menggunakan sel dewasa. Hasilnya adalah Dolly, doma finn dorset berjenis kelamin betina yang berasal dari sel domba dewasa.

Keberhasilan cloning ini mengejutkan kalangan ilmuwan dan mengundang perdebatan public mengenai etika dan tujuan percobaan tersebut. Diluar segala kontroversi tersebut, Wilmut adalah tokoh yang berhasil membuktikan bahwa pada dasarnya semua sel dapat digunakan untuk menghasilkan klona.

Founder Effect dan Bottleneck Effect

Amish atau Mennonites adalah sebuah komunitas keagamaan yang ada di Amerika. Kepercayaan mereka mengharuskan mereka untuk hidup terpisah dari masyarakat luas. Mereka membentuk komunitas tersendiri dan menikah dengan anggota komunitas itu saja. Komunitas ini adalah contoh nyata dari founder effect. Dalam populasi Amish ini, telah terjadi peningkatan kelainan sindrom Ellis-van CreveldI yang menyebabkan kekerdilan, kelainan jantung, dan penambahan jumlah jari. Frekuensi kejadian sindrom ini adalah 7% dalam komunitas Amish, jauh lebih besar daripada frekuensi di masyarakat umum.

Penurunan populasi cheetah di Afrika selatan dan timur adalah contoh jelas dari bottleneck effect. Jumlah mereka hanyalah beberapa ribu terpisah kedalam dua populasi. Urutan basa genetic mereka seragam, menandakan nenek moyang yang sama dan rendahnya variasi gen. rendahnya variasi ini, seperti telah disebutkan, menyebabkan populasi cheetah rentan terhadap perubahan lingkungan.

Barbara McClintock

Pada saat mempelajari pewarisan sifat pada tanaman jagung pada 1940-an, Barbara McClintock mendapati unsur genetik tertentu (segmen DNA) yang dapat bergerak pada satu lokasi kromosom. Gerak gen dari satu kromosom ke kromosom lain ini dikenal sebagai “transposon”. Gen-gen ini dapat mengacaukan, contohnya pada jagung india, transposon mengacaukan gen-gen pigmen dalam sel sehingga dihasilkan biji berbintik-bintik. Setelah tahun 70-an, trasposon ditemukan dalam E. coli dan era rekombinasi DNA dimulai. Pada tahun 1983, beliau menerima hadiah nobel untuk hasil kerjanya.

Beberapa bukti terakhir menunjukkan bahwa semua organisme yang sama dengan prokariota dan eukariota mempunyai trasposon. Ahli biologi lain telah menemukan transposon kopi dan tempel, yang menginggalkan kopian asli di belakang ketika bergerak. Jenis trasposon ini bertanggung jawab pada  proliferasi penanggulangan kacau DNA pada genom manusia. Transposon bereaksi dengan mutagen alami. Berkat penemuan beliau, transposon-transposon tersebut kini dapat membantu menimbulkan keanekaragaman genetik, merupakan faktor penting evolusi, bahan, transposon telah berimplikasi dalam penanganan beberapa kasus kanker. Barbara McClintock adalah salah satu ahli biologi terbaik pada abad ke-20 ini.

Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pertumbuhan adalah bertambah besarnya suatu individu akibat pembelahan mitosis dan penambahan materi. Perkembangan adalah diferensiasi sel membentuk struktur dan fungsi tertentu.

 Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan berkecambahnya biji. Perkecambahan terjadi malalui proses fisika, yaitu penyerapan air dan proses kimia, yaitu aktivitas enzim. Perkecambahan disebut epigeal jika kotiledonnya terangkat ke atas permukaan tanah, dan hypogeal jika kotiledonnya tetap berada di bawah permukaan tanah. Titik tumbuh pada tumbuhan terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar meliputi air, cahaya, kelembapan, dan makanan. Faktor dalam meliputi gen dan hormon.

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh hal-hal berikut. Makanan, berguna untuk sumber energi dan simtesis komponen sel. Air, berguna untuk fotosintesis dan mengaktifkan reaksi enzimatik. Suhu yang optimum diperlukanuntuk kerja enzim. Kondisi lembap diperlukan untuk aktifitas pemanjangan sel. Cahaya, berpengaruh pada pertumbuhan dan pembuangan. Gen, dibutuhkan untuk mengotrol sintesis protein. Hormon berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, misalnya auksin, sitokinin, giberelin, asam traumalin, dan kalin.