Jumat, 05 November 2010

Auksin

Auksin adalah hormon yang hanya terdapat pada tumbuhan khususnya pada ujung-ujung tanaman seperti pada ujung akar dan tunas. Ini adalah hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.


meristem 

Sabtu, 04 September 2010

Cerita Dari Saya

Assalamualaikum wr. wb.
halo,
hello,


Postingan ini hanya untuk selingan saja setelah 40 postingan tentang biologi. dan saya menulis postingan ini untuk mencurahkan uneg-uneg saya hari ini (bisa disebut curhat,).


Sabtu, 4 September 2010
hari ini adalah awal dari liburan lebaran, tapi bukannya menjadi hari yang menyenangkan tetapi malah menjadi hari yang MENJENGKELKAN, (lho kok bisa,,) lha, begini ceritanya. 

Sabtu, 28 Agustus 2010

Virus

Adenovirus

Virus merupakan organism aselular (bukan sel), dia tidak memiliki organel-organel seperti pada makhluk hidup lain. Virus tidak dapat bereproduksi sendri, dia hanya bisa bereproduksi di dalam sel hidup.
Sejarah penemuan virus

Adolf Meyer (jerman) pada tahun 1883 menyelidiki penyakit yang mennyerang daun tembakau (menyebabkan bintik-bintik kuning). Ia berkesimpulan bahwa penyakit pada daun tembakau disebabkan oleh organism yang lebih kecil dari bakteri.


Minggu, 22 Agustus 2010

Dasar-Dasar Klasifikasi

BERDASARKAN PERSAMAAN
Kita dapat mengelompokkan maklhuk hidup berdasarkan mersamaannya seperti pada sapi dan kuda.
Dengan mengamati ciri-cirinya kita dapat memasukkan kuda dan sapi kedalam kelompok hewan bertulang belakang, atau kedalam kelompok hewan menyusui (mamalia) karena memiliki kelenjar susu. Kuda dan sapi juga dapat dimasukkan kedalam kelompok hewan tetrapoda (berkaki empat) karena sama-sama memiliki empat kaki.

Martinus Willem Beijerinck

Martinus Willem Beijerinck (1851-1931) merupakan seorang ahli mikrobiologi dan botani dari belanda. Beijerinck dianggap sebagai penemu virology. Pada tahun 1889 ia melakukan percobaan filtrasi dan membuktikan bahwa penyakit mozaik tembakaudesebabkan oleh mikroorganisme yang lebih kecil dari bakteri. Ia menamakan pathogen ini sebagai virus. Sebenarnya Dimitri Ivanovski lebih dulu lebih dulu menemukan virus, tetapi gagal melaporkan penemuannya.

Carolus Linnaeus

 Carolus Linnaeus (1707-1778) adalah ahli botani dan taksonomi dari Swedia. Linnaeus adalah seorang pengelola makhluk hidup yang termahsyur. Pada tahun 1735, ia menerbitkan Systema Naturae yang didalamnya membagi tumbuhan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan organ kelaminnya. Ia dianggap sebakai penemu taksonomi modern, dan pada tahun 1749, ia memperkenalkan tatanama binominal nomenclature. Sejak tahun 1761, ia dianugerahi gelar kebangsawanan dan bernama Carl Von Linne.

Reptilia Modern

Tiga ordo reptilia hidup yang terbesar dan yang paling beraneka ragam (dengan jumlah total sekitar 6500 spesies) adalah Chelonia (kura-kura), Squamata (kadal dan ular), dan Crocodilia (alligator dan buaya).

Kura-kura berkembang selama zaman Mesozoikum dan hanya sedikit berubah sejak zaman itu. Cangkangnya yang umumnya keras, suatu adaptasi yang melindungi diri dari predator, benar-benar membantu keberhasilan jangka panjang tersebut.kura-kura kembali ke air selama evolusi dan merangkak ke darat untuk meletakkan telurnya.


Kamis, 08 Juli 2010

Masa Reptilia

Reptilia jauh lebih menyebar, lebih banyak jumlahnya, dan lebih beraneka ragam selama zaman Mesozoikum dibandingkan dengan saat ini. Mari kita lihat sepintas masa yang dikenal sebagai masa reptilia ini.
Asal mula dan radiasi evolusioner awal reptilia. Fosil reptilia tertua ditemukan di batuan yang berasal dari akhir masa Karboniferus; berumur sekitar 300 juta tahun. Leluhurnya adalah salah satu amfibi di masa Devon. Dalam dua gelombang besar radiasi adaptif, reptilia menjadi vertebrata darat yang dominan dalam suatu dinasti yang bertahan selama lebih dari 200 juta tahun.
Penyebaran reptilia utama pertama kali terjadi pada awal masa Premium, yaitu masa terakhi Paleozoikum, dan menjadi dua cabang evolusi utama;
1.       Sinapsida. Cabang tersebut memiliki beraneka ragam reptilia yang mirip mamalia yang disebut Terapsida, termasuk organism yang kemungkinan merupakan leluhur mamalia.

Selasa, 06 Juli 2010

Karakteristik Reptilia

anatomi kura-kura
Reptilia memiliki bebeerapa adaptasi untuk kehidupan darat yang umumnya tidak dimiliki oleh amphibia. Sisik yang mengandung protein keratin membuat kulit reptilia kedap air, sehingga membantu mencegah dehidrasi di udara kering. Kulit berkeratin merupakan analog hewan vertebrata dari kutikula berkitin pada serangga dan kutikula berlilin pada tumbuhan darat. Karena reptilia tidak dapat bernafas melalui kulit yang kering, maka sebagian besar reptilia mendapatkan semua kebutuhan oksigennya melalui paru-paru. Banyak kura-kura juga menggunakan permukaan lembab pada kloakanya untuk pertukaran gas.

seekor reptil yang sedang berusaha keluar dari telurnya
Sebagian besar reptilia menghasilkan telur amniotik bercangkang. Fertilisasi pada reptilia terus terjadi secara internal, sebelum cangkang disekresikan melalui saluran reproduksi betina. Beberapa spesies ular dan kadal adalah hewan vivipar, membran ekstraembrioniknya membentuk plasenta yang memungkinkan embio mendapatkan nutrien dari induknya.

Senin, 05 Juli 2010

Reptilia

Keals reptilia suatu kelompok yang beraneka ragam dengan banyak garis keturunan yang sudah punah, saat ini diwakili oleh sekitar 7000 spesies, sebagian besar kadal, ular, penyu, atau kura-kura, dan buaya. Ini adalah pengelompokan secara tradisional didasarkan pada kemiripan semua tetrapoda tersebut. Namu, analisis kladistik menunjukkan bahwa pengelompokan semua vertebrata tersebut di dalam satu kelas yang tidak menyertakan burung merupakan suatu hal yang tidak sesuai dengan filogeni. Burung ternyata memiliki kekerabatan yang lehih dekat dengan buaya daripada antara kura-kura dengan buaya. Pada kenyataannya, kelas reptilia tidak dapat didefinisikan kecuali oeh tidak adanya cirri-ciri yang membedakan burung (bulu terbang) dan mamalia (rambut dan kelenjar susu). Terlepas dari permasalahan taksonomik ini, mempelajari reptilia (dalam pengertian tradisional) memberikan fakta-fakta yang membantu kita memahami semua hewan amniota. Dengan demikian, kita akan mengikuti tradisi dalam kasus ini dan mengakui kelas reptilia , aves, dan mamalia yang sudah dikenal.

Nasti Kompleks



Yang termasuk gerak kompleks misalnya gerak membuka menutupnya sel penutup pada stomata. Gerakan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor yang bekerja sama sehingga dapat menyebabkan terjadinya gerak.
Gerak membukanya stomata pada siang hari dan menutupnya pada malam hari karena adanya perubahan turgor pada sel penutup.
Berbagai faktor yang mengatur membuka menutupnya stomata adalah cahaya,suhu,air, dan zat kimia.

Fotonasti dan Termonasti

Gerak termonasti adalah gerak nasti karena adanya pengaruh suhu, sedangkan fotonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh cahaya. Gerak ini dijumpai pada banyak tumbuhan, seperti gerak mekarnya punga pukul empat (Mirabilis jalapa), bunga waru, bunga mentimun, labu, dan sebangsanya.
Bunga-bunga tersebut tidak dapat setiap saat mekar. Mekarnya hanya pada jam-jam tertentu saja, yaitu sekitar pukul 16.00-17.00.
Menurut berbagai penelitian, gerak mekarnya bunga tersebut karena pengaruh berbagai faktor yang salling terkait, cahaya, suhu, kelembapan udara di sekitarnya. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan tusgor pada bunga, sehingga bunga mekar.

Selasa, 11 Mei 2010

Seismonasti dan Niktinasti

Seismonasti atau Thigmonasti

Gerak seismonasti adalah gerak yang disebabkan oleh getaran atau sentuhan. Misalnya, gerak membuka dan menutupnya daun atau putri malu (Mimosa pudica) jika disentuh atau bergetar. Jika ujung daun putri malu disentuh maka akan terjadi aliran air yang menjauhi daerah sentuhan. Adanya aliran air ini menyebabkan kadar air di daerah sentuhan berkurang, sehingga tekanan turgornya mengecil. Akibatnya daun putri malu akan menutup dan tampak seperti layu.
Jika dibiarkan beberapa saat daun akan membuka kembali, karena air mengalir kembali ke daerah sentuhan. Lamanya waktu menutup tergantung pada suhu dank eras halusnya getaran.
Arah gerak menutupnya daun putri malu adalah tetap, walaupun pusat rangsangnya diubah.

Niktinasti atau gerak tidur

Gerak menutupnya daun berbuah polongan (Leguminosae) karena pengaruh gelap atau menjelang malam merupakan contoh gerak niktinasti. Seperti halnya pada gerak seismonasti, gerakan juga disebabkan karena menurunnya tekanan turgor sel-sel pada daerah persendian tangkai daun. Menurunnya tekanan turgor ini disebabkan karena terjadinya perubahan susunan kimia pada sel-sel tersebut karena pengaruh perubahan suhu.

Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan karena adanya rangsang dari luar. Berdasarkan sifatnya, gerak esionom dibedakan menjadi tiga, yaitu gerak nasti, gerak tropisme, dangerak taksis.

Gerak nasti

Gerak nasti adalah gerak tidak bebas organ tubuh tumbuhan yang disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat adanya rangsang dari luar. Arah gerak ini tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Adanya rangsangan, terjadilah perubahan tekanan turgor pada sel-sel  yang menyusun organ tubuh tersebut. Tekanan turgor adalah tekanan air pada dinding sel yang disebabkan oleh perubahan kadar air dalam sel. Jika kadar air meningkat maka tekanan turgornya akan meningkat pula, sebaliknya jika kadar air turun maka tekanan turgornya akan turun juga.

Perubahan tekanan turgor ini dipengaruhi oleh sentuhan, cahaya, kelembapan, maupun suhu lingkungan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, gerak nasti dibedakan menjadi beberapa macam. Jenis-jenis gerak nasti akan dibahas pada postingan selanjutnya

Minggu, 09 Mei 2010

Ian Wilmut

Ian wilmut lahir pada tanggal 7 Juli 1944 di Hampton Lucey, Inggris. Wilmut dan timnya adalah yang pertama melakukan cloning terhadap mamalia menggunakan sel dewasa. Hasilnya adalah Dolly, doma finn dorset berjenis kelamin betina yang berasal dari sel domba dewasa.

Keberhasilan cloning ini mengejutkan kalangan ilmuwan dan mengundang perdebatan public mengenai etika dan tujuan percobaan tersebut. Diluar segala kontroversi tersebut, Wilmut adalah tokoh yang berhasil membuktikan bahwa pada dasarnya semua sel dapat digunakan untuk menghasilkan klona.

Founder Effect dan Bottleneck Effect

Amish atau Mennonites adalah sebuah komunitas keagamaan yang ada di Amerika. Kepercayaan mereka mengharuskan mereka untuk hidup terpisah dari masyarakat luas. Mereka membentuk komunitas tersendiri dan menikah dengan anggota komunitas itu saja. Komunitas ini adalah contoh nyata dari founder effect. Dalam populasi Amish ini, telah terjadi peningkatan kelainan sindrom Ellis-van CreveldI yang menyebabkan kekerdilan, kelainan jantung, dan penambahan jumlah jari. Frekuensi kejadian sindrom ini adalah 7% dalam komunitas Amish, jauh lebih besar daripada frekuensi di masyarakat umum.

Penurunan populasi cheetah di Afrika selatan dan timur adalah contoh jelas dari bottleneck effect. Jumlah mereka hanyalah beberapa ribu terpisah kedalam dua populasi. Urutan basa genetic mereka seragam, menandakan nenek moyang yang sama dan rendahnya variasi gen. rendahnya variasi ini, seperti telah disebutkan, menyebabkan populasi cheetah rentan terhadap perubahan lingkungan.

Barbara McClintock

Pada saat mempelajari pewarisan sifat pada tanaman jagung pada 1940-an, Barbara McClintock mendapati unsur genetik tertentu (segmen DNA) yang dapat bergerak pada satu lokasi kromosom. Gerak gen dari satu kromosom ke kromosom lain ini dikenal sebagai “transposon”. Gen-gen ini dapat mengacaukan, contohnya pada jagung india, transposon mengacaukan gen-gen pigmen dalam sel sehingga dihasilkan biji berbintik-bintik. Setelah tahun 70-an, trasposon ditemukan dalam E. coli dan era rekombinasi DNA dimulai. Pada tahun 1983, beliau menerima hadiah nobel untuk hasil kerjanya.

Beberapa bukti terakhir menunjukkan bahwa semua organisme yang sama dengan prokariota dan eukariota mempunyai trasposon. Ahli biologi lain telah menemukan transposon kopi dan tempel, yang menginggalkan kopian asli di belakang ketika bergerak. Jenis trasposon ini bertanggung jawab pada  proliferasi penanggulangan kacau DNA pada genom manusia. Transposon bereaksi dengan mutagen alami. Berkat penemuan beliau, transposon-transposon tersebut kini dapat membantu menimbulkan keanekaragaman genetik, merupakan faktor penting evolusi, bahan, transposon telah berimplikasi dalam penanganan beberapa kasus kanker. Barbara McClintock adalah salah satu ahli biologi terbaik pada abad ke-20 ini.

Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pertumbuhan adalah bertambah besarnya suatu individu akibat pembelahan mitosis dan penambahan materi. Perkembangan adalah diferensiasi sel membentuk struktur dan fungsi tertentu.

 Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan berkecambahnya biji. Perkecambahan terjadi malalui proses fisika, yaitu penyerapan air dan proses kimia, yaitu aktivitas enzim. Perkecambahan disebut epigeal jika kotiledonnya terangkat ke atas permukaan tanah, dan hypogeal jika kotiledonnya tetap berada di bawah permukaan tanah. Titik tumbuh pada tumbuhan terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar meliputi air, cahaya, kelembapan, dan makanan. Faktor dalam meliputi gen dan hormon.

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh hal-hal berikut. Makanan, berguna untuk sumber energi dan simtesis komponen sel. Air, berguna untuk fotosintesis dan mengaktifkan reaksi enzimatik. Suhu yang optimum diperlukanuntuk kerja enzim. Kondisi lembap diperlukan untuk aktifitas pemanjangan sel. Cahaya, berpengaruh pada pertumbuhan dan pembuangan. Gen, dibutuhkan untuk mengotrol sintesis protein. Hormon berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, misalnya auksin, sitokinin, giberelin, asam traumalin, dan kalin.

Jumat, 07 Mei 2010

Dimana kita menemukan enzim?

Dewasa ini telah banyak ditemukan enzim dalam makhuk hidup. Kebanyakan enzim terdapat dalam protoplasma dan sedikit berada pada dinding sel atau vakuola.

Pada tahun 1926, seorang ahli bernama Summer berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk Kristal, yaitu enzim urease yang diperoleh dari biji polong-polongan Canavalia ensiformis (suku papilionaceae). Pada penyelidikan selanjutnya, dapat dipisahkan pula kristal enzim, yaitu pepsin, tripsin, papain, katalase, dan sebagainya.

Di dalam tubuh makhluk hidup, beberapa enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif yang diberi nama zimogen. Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. Sebagai contoh, pada suatu sistem pencernaan, tripsinogen harus diaktifkan dahulu oleh enterokinase (suatu aktifator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) menjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein.

Dr. Karl Landsteiner

Pada tahun 1900, Dr. Karl Landsteiner menemukan berbagai tipe darah manusia. Jika tipe darah yang berbeda dicampurkan, akan terjadi penggumpalan sel darah merah yang dapat menyebabkan kematian saat transfusi.

Pada tahun 1930, beliau mendapatkan hadiah nobel pada bidang kesehatan, atas hasil karyanya dalam menentukan dasar klasifikasi modern darah. Berkat jasanya dalam memberikan kemudahan dalam proses transfusi, angka kematian saat transfusi berlangsung dapat ditekan.